kenapa harus AKU

Hampir jam setengah 1 dini hari, tapi aku bukannya terlelap ke dunia mimpi malah asik melotot di depan layar yang aku tahu pasti bakal bikin mata aku tambah minus. Kadang kambuh nih penyakit kayak begini. Udah tengah malam, besok paginya ada kegiatan, tapi otak gak mau diajak istirahat. Pengennya diajak mikir atau gak diajak ngelantur.

Dan kadang, pengen banget nulis di blog. Padahal gak ngerti mau nulis apa. Ujung-ujungnya kayak sekarang. Ngelantur dan gak jelas. Itu alasannya aku gak banyak nulis di bulan Oktober. Takutnya banyak tulisan ngelantur dan bikin pembaca setia malah kabur #yakali.

Oke, kembali ke judul tulisan di atas. “Kenapa harus aku?”

Pertama, alasan aku bikin judul di atas karena terinspirasi dari tulisan orang. Bukan judul yang sama dan bukan isi yang sama. Tapi gara-gara baca tulisan orang tersebut, aku kepikiran hal ini. Kedua, udah lama aku gak bermellow-mellow. Ya gak sih? Perasaan aku jarang galau ya #pencitraan. Tapi sebenarnya ini juga bukan mellow galau sih, cuma… cuma… entahlah kamu sebutnya apa.

Kenapa aku ini harus aku?

Karena kalau aku ini Cinta Laura, mungkin aku gak mau belajar bahasa Inggris mati-matian demi bisa cas-cis-cus belalang kuncup. Eh salah, maksudnya cas-cis-cus ngomong inggris.

Karena kalau aku ini anaknya Bill Gates, mungkin aku gak mau belajar mati-matian demi dapet beasiswa buat investasi masa depan biar terjamin.

Karena kalau aku ini J.K.Rowling, mungkin aku gak akan berusaha keras untuk bisa buat novel terbaik.

Karena kalau aku ini Dakota Fanning, mungkin aku gak tahu gimana rasanya hidup susah.

Karena kalau aku ini Sooyoung SNSD, mungkin aku gak tahu gimana rasanya jadi orang pendek yang punya kans lebih besar buat berdiri di deretan terdepan saat berfoto.

Karena kalau aku ini Ayu Ting Ting, mungkin aku gak akan membenci dangdut.

Karena kalau aku ini Raditya Dika, mungkin aku gak tahu gimana asiknya pake rok.

Karena kalau aku ini Nikita Willy, mungkin aku gak pernah dibilang imut sama orang-orang.

Karena kalau aku ini Lady Gaga, mungkin aku gak pernah disebut normal.

Karena kalau aku ini Demi Moore, mungkin aku bakal diselingkuhin terus sama si Ashton Kuch Kuch Hota Hai.

Karena kalau aku ini Cinta, mungkin aku hobinya bales-balesan puisi sama si Rangga hanya untuk nyatain perasaan.

Dari ribuan alasan yang gak bisa disebut satu persatu, maka intinya: Aku harus Aku. Aku ini unik dan spesial. Segala sesuatu yang mirip itu ya hanya mirip, tapi semuanya kembali ke keunikan pribadi. Sama halnya dengan kamu, pembacaku. Udah cukup ya, kalau diterusin kepanjangan dan makin ngelantur.  🙂

Advertisements

4 thoughts on “kenapa harus AKU

  1. haha 😀 kitiiink, aku seneng baca yg ini 🙂 ehehe aku repost beberapa kalimat boleh yaa?
    buat d quote d tumblr 😉

Kindly write here if you have any comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s