Tentang Kamu

Tulisan ini hanyalah fiktif belaka. Nama, tempat, dan kejadian merupakan karangan. Jika terdapat kesamaan, hanyalah kebetulan belaka.

Dia adalah Indra Subagja. Senior yang akrab denganku. Entah, jalinan pertemanan kami begitu cepat. Dan tanpa kusadari aku pun nyaman saat bersamanya. Seperti hari ini, kebiasaannya, ia akan membelikanku es krim.

“Mau rasa apa?” tanyanya menoleh padaku.

“Cokelat.” Jawaban yang sebenarnya tidak perlu ditanyakan lagi olehnya. Karena aku selalu menjawab jawaban yang sama tiap kali ia menanyakan rasa es krim.

Ia kemudian memesan dua es krim. Setelah menerima dari pramusaji, ia menyerahkan es krimku dan menggiringku untuk duduk di salah satu meja yang tersedia.

“Nggak daftar jadi asistensi dosen?” Tanyanya sambil menjilat es krim stroberinya.

Aku menggeleng selagi menjilat es krim milikku. “Males ah, gajinya kecil. Ngajarnya sih asik, tapi meriksa tugasnya itu loh yang bikin males,” jawabku sekenanya.

Ia hanya nyengir mendengar jawabanku.

Ya, dia sebenarnya pendengar yang cukup baik jika hanya ada kami berdua. Tapi kalau sudah ada teman-temannya atau orang lain, ia akan berubah menjadi pendengar yang menyebalkan. Kadang-kadang aku berpikir bahwa ia memiliki kepribadian ganda. Tapi setelah semakin mengenalnya, ternyata dia memang seperti itu.

Dia, Indra Subagja, yang memainkan perannya sebagai senior yang baik. Yang kadang bagiku perhatiannya terlalu berlebihan bagi seorang senior. Yang memang aku baru menyadari bahwa ia memang menyimpan perasaan lebih padaku.

Ia yang seringkali menungguiku saat aku harus mengerjakan tugas kampusku hingga larut malam. Ia yang seringkali menawarkanku es krim, makanan yang tidak mungkin kutolak, hanya agar bisa mengobrol sebentar denganku. Ia yang selalu mengirimiku pesan singkat saat malam hari mengingatkanku agar tidak begadang. Ia yang selalu membanggakanku di hadapan teman-temannya dan seringkali menyebutku sebagai pacar. Meski aku hanya akan nyengir karena aku menganggapmu bercanda. Ia yang selalu mengusap puncak kepalaku jika raut mukaku terlihat lelah.

“Ntar kuliah sampe malam?” tanyanya lagi.

Aku menjilat tetesan es krimku. “Iya, banyak tugas nih. Rencananya mau ngerjain sama temen-temen yang lain sampe selesai.”

“Ada temen pulang?”

Aku menggeleng. “Pulang sendiri juga bisa.”

Es krim kami kini sudah hampir habis. Lalu ia bangkit berdiri, memberi sinyal padaku untuk berjalan menuju kampus.

“Ntar sms aja ya kalau udah mau pulang, biar aku anterin,” ujarnya sambil tersenyum.

Aku hanya membalasnya dengan tersenyum. Ya, perhatiannya begitu kentara. Perhatian yang kadang membuatku terkejut. Tapi sebelum ia benar-benar menyatakan perasaannya, aku akan menganggapnya sebagai perhatian seorang senior yang sudah kuanggap sebagai kakakku sendiri. Tentang kamu, aku akan mengingatnya sebagai hal yang manis.

Ditulis oleh Ragatnia Clara. Senin, 3 Oktober 2011, 11.00. Bandung.

Advertisements

4 thoughts on “Tentang Kamu

  1. Uh oh!
    it’s really a fiction, isn’t it??
    lol…

    have you told him that you made stories based on your and his experiences?
    I think he’ll misunderstood if you haven’t (and if he read those), kekeke

  2. Are you sure???? 😀

    I think it will not easy like your said…
    Wwkwkkwkw… 😀

    I like your story dear…
    Hope it will be come true…
    Hihihiihiihi… 😀

Kindly write here if you have any comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s