Tidung-Air-Payung-Pramuka

FINALLY! My HMM goes to Tidung! Yup, aku udah nunggu-nunggu liburan ini dari kapan tauk. Sempat ganti tanggal karena berbagai macam halangan, tapi akhirnya kita jadi pergi juga. Meski nggak full team, tapi kita berusaha untuk meminimalisasikan orang yang nggak pergi. Jadilah hanya Anggi yang nggak berangkat karena susahnya izin dari orangtua :(.

So, I am going to write all activities that we’ve done in Tidung Island, Air Island, Payung Island, and Pramuka Island. Curious? Let’s start then! πŸ˜€

September 24, 2011

Kita kumpul di kampus pukul 4.30. Banyak yang ngaret, wajar sih, secara pagi banget. Dan kita kompakan pake baju BUMC. πŸ™‚ Lucu deh liat kita kompakan pake baju BUMC, berasa rombongan turis. #eaaaaa Alibi untuk nggak bilang kalau kita rombongan dari panti asuhan mana. Dan setelah ngumpulin semua personil yang janjian ngumpul di kampus, seperti biasa, kita fotoan dulu. Hahahaha. Lalu sekitar jam 6 kurang, kita berangkat naik Kopaja yang udah dicarter sama kita untuk menuju Muara Angke.

Agak konyol. Kenapa? Karena ternyata supir dan kenek Kopajanya nggak tahu jalan. #eaaaaa. Akhirnya nanya-nanya orang di jalan setelah salah jalan sekali. Dan setelah ada bau-bau amis, sampailah kita di Muara Angke. Luar biasa, bau amisnya itu nggak nahan. Nggak nunggu terlalu lama, akhirnya kita naik perahu menuju Pulau Tidung. Sedikit ngeri karena kapal yang kita naiki itu ada di tengah-tengah, jadi mesti nyebrang dari kapal ke kapal. Dan setelah masuk di kapal, kita berasa pengungsi. Semua orang tumpah di kapal.

Sarannya cuma satu kalau mau naik kapal, yang penting sarapan dulu. Karena kalau nggak sarapan, dijamin mual. Jadi sebagian dari kita yang mual, hanya bisa tidur-tiduran dengan posisi yang nggak enak. Dua setengah jam kemudian, sampailah kita di Tidung. Panasnya yuk mariiiiii. Terus kita jalan ke penginapan yang nggak begitu jauh juga dari pelabuhan. Tapi selama 3 hari 2 malam di sana, aku masih nggak hafal jalannya. #ngok

Penginapannya itu adalah rumah yang kita pakai. Aku sempat mikir kayak hotel atau motel gitu. Ternyata rumah yang komplit-plit dengan dapur. Rumahnya bagus dan nyaman. Setelah makan siang, kita para anak Humas siap-siap untuk games Running HMM. Yup, inspired by Running Man. Hehehe. Kita rapat dulu, terus akhirnya survey tempat dan games sambil naik sepeda. It was a fun survey. Because we did all games.

Games dimulai dan yang bikin senang adalah teman-teman semua kelihatan enjoy ngejalaninnya :). Setelah panas-panas dan keringetan main games, waktunya photo session ke pantai! Yang cewek dandan pol-polan. Seru deh, karena semuanya cantik-cantik dan niat mau photo session. Dan kita berangkat ke Pantai yang lumayan jauhnya dengan sepeda! Kayak pawai gitu. πŸ˜€

Photo sessionnya bagus-bagus. Dan seru! Kita benar-benar nikmatin ajang narsis di waktu ini. Langit gelap, waktunya kita buat balik ke penginapan untuk makan malam. Setelah makan malam, kita main games Aku Di Matamu. Di sini seru juga. Udah ada yang tau games-nya? Jadi kita punya kertas masing-masing yang ditulisin nama kita. Nanti ada pertanyaan-pertanyaan seru yang bakal diisi oleh teman kita secara acak. Aku sendiri senyum-senyum liat hasil ADM aku. πŸ˜€ Setelah games itu, waktunya tidur. Karena jadwal keesokan harinya adalah snorkeling dan banana boat!

September 25, 2011

Kita siap-siap snorkeling jam 10 sekalian nunggu beberapa teman yang baru dateng. Setelah semuanya siap, kita jalan ke tempat penyewaan alat-alat snorkeling di depan pelabuhan. Setelah siap dengan semua-mua alat snorkeling masing-masing, kita naik perahu menuju Pulau Air dan Pulau Payung. Dua spot kita buat snorkeling dan foto underwater! πŸ˜€

Saat naik perahu, kita diajak keliling Pulau Tidung. Jadi perjalanannya agak lama. Dari kita yang masih excited banget naik perahu sampai kita terdiam di perahu. Dan kita tiba-tiba excited lagi karena liat 3 lumba-lumba! Kyaaaa, it was so cool! We saw the dolphins from near. Unforgettable moment. πŸ˜€

Dan sampailah kita di tengah laut yang deket sama Pulau Payung. Anak-anak banyak yang langsung nyebur. Dan aku panik. Yang lain loncat dari kapal, aku lebih milih turun dari tangga samping kapal. Dibantu Bryan waktu turun and I was panicking. Nggak bisa ngelepasin temen di sebelah. Omaigat, aku berada di tengah laut dan aku nggak percaya sepenuhnya sama rompi pelampung yang aku pakai. Yes, stupid. Dan ngeliat anak-anak pada berenang ke arah sebaliknya karena spot aku turun dari kapal itu nggak ada terumbu karangnya. Akhirnya mau nggak mau aku berenang. Ngeliatlah si mas berbadan kecil itu berdiri di atas terumbu karang, aku langsung ngedektin dia dengan maksud mau berdiri juga. Dan di situlah kejadian menyakitkan dimulai. #lebay Lutut aku tergores karang beberapa kali. And it hurts. Aku pengangan ke pundak si mas yang aku baru tahu namanya pas sore-sore. Hahaha. Namanya Mas Fikar, and he’s 16! Dan karena panik, aku nginjek kaki Mas Fikar yang tanpa fin. He screamed. Haha, I wore fin and I couldn’t know where my foot stand. For fifteen minutes, I was panicked. Nggak mau berenang sendirian tanpa ada orang di deket aku. Jelas aja, aku nggak mau tenggelam di tengah laut.

Terus, Mas Asri, guide kita dari travel agent yang kita pake, udah siap dengan kamera underwater buat foto-foto. Karena nggak mau nunggu lama, aku ngantri langsung buat difoto. Pertama aku foto pake pelampung dan masuk ke dalam air sambil megangin tangan si Mas Asri. Eaaa, namanya juga pake pelampung, ya jelas aja tubuh aku masih ngambang di atas. Yang kefoto ya cuma muka. Setelah bergulatnya muka aku di dalam air, aku nanya sama Mas Asri apa sesi fotonya selesai. Dan dia bilang lebih bagus kalau lepas pelampung. Oke, aku pikir foto underwater ini jarang-jarang, dan akhirnya aku memutuskan untuk melepas pelampung setelah sebelumnya aku lapor Mas Asri kalau aku nggak bisa berenang.

Setelah melepas pelampung dan sedikit panik, aku terus megang tangan si Mas Asri kuat-kuat. Ya secara kalau aku lepas, pelampung udah lepas, aku nggak bisa berenang, matilah sudah. Agak rempong waktu buka pelampung. Setelah buka pelampung, Mas Asri nyuruh aku nyelam lagi ke bawah. Tapi tetep aja tangan aku megang si Mas Asri, ya udah, nyelamnya juga nggak dalem. Sama aja kayak yang pertama, bedanya kali ini aku lepas pelampung -..-

Capek juga dan agak panik karena pelampung lepas, akhirnya aku bilang Mas Asri udahan aja sesi foto-fotonya. Dan sangat panik waktu make pelampung. Satu tangan tetap lengket megang Mas Asri dan tangan lain berusaha megang pelampung yang aku takutnya tiba-tiba lari #yakali.   Dan rompi pelampungnya terbalik, bikin aku panik karena mulut aku juga udah keasinan sama air laut. Dan momen agak romantis tapi gimana gitu, si Mas Asri makein rompi pelampung ke aku persis kayak orang mau meluk #eaaaaaa #ngok #lebay. Tapi yang bikin luar biasa shock itu waktu aku terakhir kalinya foto sambil dipegangin itu, lutut kanan aku dan kaki kiri aku tiba-tiba kayak kesengat listrik. It was incredibly hurt. 😦

Setelah memakai pelampung lagi, aku milih berenang dan liat ikan-ikan. Berhubung antrian foto juga udah panjang. Terus aku nyamperin Mas Fikar yang lagi buka roti buat ngasih makan ikan-ikan. I grabbed it and started to snorkel. Waktu aku lagi ngeremah-remahin rotinya di bawah air, ikan-ikan langsung ngerubungin tangan aku. Dan aku sempet ngerasain mulut ikan di telapak tangan aku, hore, aku dicipok ikan! #eh. Ikan-ikannya cantik banget. Aku aja refleks teriak waktu ngeliatin ikannya ngerubungin tangan aku. Padahal aku lagi ngegigit snorkel. Dan aku semakin amazed dengan kecantikan Indonesia. Luar biasa. Dan yang lebih luar biasa adalah Tuhan yang menciptakannya. πŸ™‚

Penasaran sama pemandangan bawah laut, tercetuslah ide aku untuk ngajak Mas Fikar buat nyelam. Dan yes, aku lepas pelampung dan minta Mas Fikar jadi guide buat nyelam. Kita pegangan tangan karena kalau aku sendiri yang nyelam, nggak mungkin ampe bawah, jadi Mas Fikar-lah yang narik aku ke bawah. Dan pemandangan di bawah situ luar biasa indah! Keren banget! Aku teriak sendiri yang terdengar cuma gumaman suara aku.Indah banget!

Mulai terbiasa akhirnya dengan memakai google dan sepatu fin. Akhirnya aku udah nggak panik lagi. Malah asik ngeliatin ikan-ikan dan terumbu karang. Karena ada rompi pelampung, aku juga gaya-gayaan renang. Hahahaha, kapan lagi coba ya renang di tengah laut. Aku ngeliat antrian foto underwater. Astaga, yang lain itu waktu lepas pelampung ditemenin sama Mas yang-aku-nggak-tahu-namanya, aku sebut Mas Kumis aja ya. Jadi mereka diajak nyelam sama Mas Kumis biar bisa dapet spot yang lebih dalem. Omaigat, aku tadi nggak gitu. Jadilah aku minta difoto lagi. Hahahaha. Dan yes, akhirnya aku foto underwater lagi. Kali ini hasilnya lebih oke. πŸ™‚ Dan aku juga sempat lompat dari kapal bareng Dwicky. Hahahaha.

Setelah puas-puas di Pulau Air, kita berangcus ke spot kedua. Yaitu Pulau Payung. Katanya di Pulau Payung terumbu karangnya nggak terlalu tinggi. Karena di Pulau Air itu banyak teman yang luka gara-gara kegores karang. Nggak terlalu jauh, kita rehat dulu untuk makan di Warung Tiga Putri. Setelah kenyang makan dan juga kenyang buat foto-foto, kita menuju spot yang dekat dari situ.

Luar biasa, bukan hanya airnya makin asin, tapi ikan dan karangnya juga cantik-cantik. Dan aku semakin terbiasa sama acara snorkeling ini. Dan lagi, waktu turun dari kapal aku dan Dwicky lompat berdua. Meski karangnya nggak lebih tinggi dari Pulau Air, aku dapet oleh-oleh satu goresan lagi di paha kiri aku. Dan di spot kedua ini, teman-teman yang belum dapet foto underwater, giliran mereka difoto. Aku asik-asik berenang sambil liat ikan yang nggak kalah cantiknya dari spot pertama. Eh, liat Mas Asri yang lagi foto teman-teman yang lain. Antriannya udah dikit. Ya udah, aku yang ketagihan nyelam juga pengen difoto, dan si Mas Asri bilang juga boleh. Aku ragu sih si Mas Asri inget aku yang udah dua kali foto, secara anak-anak itu seragamnya sama, google dan pelampung. Hahahaha. Foto ketiga kali ini aku nyelam dan disuruh megang karang. Setelah selesai shoot kedua, eh tiba-tiba aja Mas Asri bilang batere kameranya abis -..-

Alhasil disuruh nunggu. Terus si Mas Kumis yang lagi jagain aku biar nggak tenggelam tetap stay di samping aku. Secara pelampung aku lagi dipegang Gesang yang notabene jauh sama aku. Aku curhat ke si Mas Kumis, bilang ke dia kalau jangan lepasin aku karena aku nggak bisa renang. Terus si Mas Kumis nawarin aku belajar renang. Aku mau-mau aja. Dia nyuruh kakinya dikepak-kepakin aja. Perlahan, nggak usah buru-buru. Terus dia mulai ngelepas tangannya meski berenang nggak jauh dari aku. WAW! Aku bisa ngambang! Jadi sebenarnya aku nggak bisa berenang. Gaya punggung sih aku bisa, tapi untuk urusan ngambang, aku nggak bisa. Dan diajarin sama si Mas Kumis aku jadi bisa. Terus si Mas Kumis nyuruh aku berenang ke dia yang mulai berenang menjauh. Oke, aku beranikan diri untuk berenang. Dan si Mas Kumis yang asli supportive banget bilang kalau pelan-pelan aja. Dan ya, aku bisa berenang ke arah Mas Kumis. Dan Mas Kumis bilang, “Tuh kan bisa! Padahal saya mundur loh!”. Akhirnya Mas Kumis nyuruh aku untuk ngambil pelampung di Gesang yang makin jauh aja dari aku. Di situ juga teman-teman ada yang nyemangatin.

Oke, aku pikir mesti dicoba. Kalau tenggelam juga, teman-teman yang lain pada ngeliatin aku dan bakal langsung nyelamatin aku. Dengan tekad bulat, aku berenang untuk ngambil pelampung. Agak capek, karena jaraknya jauh. Tapi, akhirnya berhasil ngambil pelampung! Pas aku liat ke belakang, jarak aku sama si Mas Kumis jauh! Waw. Terima kasih Mas Kumis yang udah ngajarin renang. Upahmu besar di surga. πŸ™‚

Setelah puas snorkeling (sebenarnya nggak puas juga sih), kita menuju Jembatan Cinta buat banana boat. Banana boat-nya lebih seru dibanding yang di Anyer. Kita 3 kali dijatuhin. And it was fun! Setelah naik banana boat, aku, Linda, Dewi, dan Fenny naik ke Jembatan Cinta untuk loncat. Dimulai dari Fenny, lalu Linda. Waktu giliran aku, aku panik. Mas Fikar yang udah stand by di bawah nyemangatin aku. Di situ aku tanpa pelampung, karena katanya kalau loncat pake pelampung, nanti lehernya sakit. Ya udah, aku juga agak aman karena ada Mas Fikar yang stand by di bawah. Disemangatin sama teman-teman juga. Aku minta dihitungin 1-2-3. Pas hitungan ke-3, aku balik lagi megang tiang. Rasanya mau ngelangkahin kaki ke bawah itu frightening banget! Akhirnya Mas Fikar bilang dia ke atas nemenin aku. Oke, loncat berdua rasanya lebih menenangkan dibanding loncat sendirian.

Terus datanglah Mas gondrong dari banana boatnya sambil bawa kamera, nyuruh aku loncat biar dia foto. Aku bilang tunggu Mas Fikar. Begitu kita berdua di atas, aku bilang ke Mas Fikar kalau loncatnya pegangan tangan aja. Dan aku bilang sama dia, jangan lepasin tangan sebelum nyampe air. Dan setelah pergumulan di hati yang bikin jantung deg-degan, di hitungan ke-3, aku dan Mas Fikar loncat. It was freaking out! Nyawa aku berasa ketinggalan di belakang. Dan rasanya aku menahan nafas sebentar. Dan yang bikin deg-degan itu Mas Fikar udah ngelepasin tangan aku padahal baru 2 detik jatuh. Ya sudah, makin panik aja. Pas jatuh ke air, aku ngerasa lega dan panik nyari Mas Fikar. Karena masih belum pede renang atas ajaran Mas Kumis. Aku nyuruh Mas Fikar narik aku pake pelampung ke tepi pantai. Rasanya nggak punya tenaga lagi waktu jatuh. Tapi asli, it was an unforgettable moment. I jumped! Yang penting kan udah nyoba ya, biar nggak nyesel. πŸ™‚

Setelah nunggu antrian teman-teman yang juga nyoba loncat dari Jembatan Cinta, langit makin gelap, dan kita balik lagi ke penginapan. Mandi dan siap-siap barbeque dan juga talent show dari departemen masing-masing.

Talent shownya keren-keren. Dan flow-nya bagus. πŸ™‚ Terima kasih untuk semuanya yang berpartisipasi dan mau buat talent show. Kita, para Humas, hargain kerja keras kalian.

September 26, 2011

Sewaktu bangun, nggak kerasa udah jam setengah 9 lebih. Dan badan rontok semua ternyata. Ini saatnya pulang. Setelah beres-beres, kita berangcus jam 10 ke Pulau Pramuka. Mau liat penyu dan ngejar kapal buat balik ke Muara Angke.

Nyampe di Pulau Pramuka, yang kita cari adalah tempat makan. Nunggu pesanan buat 36 orang itu lama yaaaa. Akhirnya setelah kenyang, kita liat bayi penyu. Tapi sayangnya, karena baru dikasih makan, jadi nggak boleh ngeliat dari dekat. Kaget katanya. Akhirnya kita balik ke pelabuhan dan sebelumnya foto-foto dulu full team. Setelah foto-foto, kita naik kapal yang udah dateng.

Dan, kembalilah kita ke Muara Angke. Dari Muara Angke kita nyarter angkot buat langsung ke kampus. Dan angkot yang aku tumpangi, mogok empat kali. Yuk mari. Tapi akhirnya kita selamat sampai di kampus. πŸ™‚

Luar biasa. Liburan yang menyenangkan. Liburan yang nggak bakal terlupakan. Terima kasih untuk kalian, keluarga HMM-ku tersayang. Kepengurusan satu tahun bareng kalian itu pengalaman yang nggak tergantikan. Satu tahun berbagi pengalaman, cerita, tawa, dan tangis itu berharga. Dan liburan bareng sebagai acara pensiunnya kita, luar biasa indah. Terima kasih ya! Sayang kalian! #kecupbasah

Advertisements

Kindly write here if you have any comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s