Bertepuk Sebelah Tangan

Tulisan ini hanyalah fiktif belaka. Nama, tempat, dan kejadian merupakan karangan. Jika terdapat kesamaan, hanyalah kebetulan belaka.

Aku terduduk di tepi lapangan kampus. Lelah selelah-lelahnya. Aku menutup mata dan menarik napas dalam-dalam. Berharap udara yang kuhirup bisa mengembalikan energi yang telah terbuang. Perlahan kubuka mataku. Ternyata sama seperti sebelum aku memejamkan mata.

Kulihat sosok besarnya di tengah senja yang mulai menggelap berjalan ke arahku. Melihatku, ia lalu duduk di sebelahku. Tak mengucapkan sepatah kata pun. Lalu kusandarkan kepalaku di pundaknya yang besar. Hangat. Seolah menggodaku untuk terlelap.

“Capek?” tanyanya dengan suara beratnya.

Tak mengiyakan, aku hanya menggeser kepalaku sedikit sambil menjawab, “Ngantuk.”

Ia diam. Tahu bahwa aku lelah ia membiarkanku sedikit melepas kelelahan. Aku tahu dalam hatinya, kalau saja hanya dengan meletakkan kepalaku di pundaknya bisa menghilangkan kelelahanku, maka ia akan dengan senang hati melakukannya.

Lagi, aku mengedikkan kepalaku agar pipi kananku terasa hangat akibat semilir angin senja.

“Emang bisa tidur dengan posisi begitu?” tanyanya lagi karena aku hanya terduduk sambil menyandarkan kepalaku di pundaknya.

“Bisa, asal nggak diajak ngobrol terus,” keluhku.

Ia kembali terdiam. “Sini, tidur di sini aja,” ujarnya sambil menepuk pahanya.

Sungguh tawaran yang menggiurkan, aku pasti langsung terlelap. Tapi, untuk satu alasan, aku menahannya.

“Nggak ah, ntar orang lewat aku malah ditendang lagi,” tolakku dengan sedikit bercanda.

“Ya nggak akan lah, kan dijagain,” balasnya.

Aku menggeleng. “Kan selonjoran, ntar kaki aku keinjek orang.”

Ia menoyor kepalaku. “Ih, dibilangin nggak nurut. Terserah deh,” jawabnya lagi sambil duduk diam. Memberikanku kesempatan untuk bisa menyandarkan kembali kepalaku.

Tapi belum sempat kepalaku mendarat di pundaknya, temannya memanggilnya.

“Indra!” panggil temannya.

Ia tak bergeming. Aku tak jadi beristirahat sejenak. Aku menegakkan kepalaku dan duduk memandang temannya tersebut.

“Ngapain sih lo? Ganggu orang pacaran aja!” serunya sambil bercanda.

Ya, ia pasti berkata pada teman-temannya jika kami sedang berdua bahwa kami sedang pacaran. Aku tahu ia bercanda, dan teman-temannya pun tahu ia hanya bergurau. Tapi entah mengapa, aku bisa membaca hatinya.

“Dinda pacar lo? Itu sih kebagusan, enak di lo, nggak enak di Dinda!” protes temannya sambil tersenyum kecil padaku.

“Berisik lo! Apaan?”

“Dicariin sama Rokky. Tentang seleksi band kemarin katanya.”

Ia bangkit berdiri. “Lo jalan duluan gih,” suruhnya pada temannya itu.

Aku melihatnya. Kini tinggal kami berdua. “Tidur di kelas aja. Mau ditemenin ke kelas?” tanyanya lembut. Berbeda sekali dengan cara bicaranya dengan temannya tadi.

Aku menggeleng sambil tersenyum simpul. Lalu ia pergi setelah sebelumnya mengusap lembut kepalaku.

Ya, perasaanya terbaca. Sangat jelas. Sangat manis bisa kubilang. Tapi aku tak berani lebih. Bagiku ia semanis kakakku. Sebaik saudara kandungku. Semua perbuatannya belum cukup membuat jantungku berdegup lebih kencang. Maaf, bisakah untuk sekarang hanya bertepuk sebelah tangan? Aku janji, aku tidak akan menutup hatiku, sampai kau berhasil membuatku luluh.

Ditulis oleh Ragatnia Clara. Minggu, 18 September 2011, 00.04. Jakarta.

Advertisements

4 thoughts on “Bertepuk Sebelah Tangan

  1. hm, mengingatkan pada masa SMA.. banyak yg kaya gtu kan? tp, kenapa brtepuk sblh tangan? aku kira itu cuma ngegantung aja. hhe..
    semangat la!! cerpen sama curhatannya menarik banget dibacanya… pengen denger langsung jadinya.. Gb

    • Iya, SMA bgt ya gong… Tapi aku bikin itu Bertepuk sebelah tangan krn si cewek emang ga sk sama si cowo… Begono…hehe
      Iyaaaa, aku jg jadi kangen curhat sm km..Ahahaha, makanya dtg pas sleepover selanjutnya!!!!!!

Kindly write here if you have any comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s