Untuk F

Hai teman lelaki terdekatku!

Tahu tidak, hari ini hari ke-17 #30HariMenulisSuratCinta. Dan kamu beruntung menjadi laki-laki ketiga yang menerima surat (cinta) dariku.

Tenang, ini bukan surat cinta antara laki-laki dan perempuan. Tapi antara sahabat. 🙂

Kita awal bertemu saat kelas 1 SMA, aku ingat kita cukup akrab. Karena kamu sering sekali mengejekku dengan sebutan “pendek”. Ya ya ya, tinggiku tidak lebih dari 150 cm (kurasa), dan tinggimu (sepertinya) mencapai 180 cm. Ya, aku mudah sekali untuk kamu keteki. Tapi hal yang paling aku suka adalah kamu sering mengacak-acak rambutku. Bagiku, itu salah satu tanda sayang. Dan aku menyukainya.

Sayangnya saat kelas 2 dan 3 SMA kelas kita berbeda. Tapi kita masih sering menyapa, ngobrol, dan mengejek satu sama lain. Ingat panggilan kita berdua? Benar, “jelek”. Itulah panggilan kita.

Jelek, kita ini sering berbagi cerita. Bahkan kamu gak sungkan curhat tentang pacar-pacarmu padaku. Dan dengan setia, aku ladeni. Kamu curhat tentang kecenganmu, dengan setia aku beri solusi agar pendekatanmu makin lancar. Tenang, aku tidak merasa terbebani. Justru aku senang, artinya aku dipercaya. Tapi hei, ingat saat chatting sedang hot-hotnya? Kita berbincang mengenai persahabatan yang menjadi cinta. Dan kita tidak segan-segan membahas mengenai kita berdua. Saat itu aku langsung tanpa tedeng aling-aling berkata “Tenang aja, aku gak akan suka kamu!” dan kamu membalasnya “Iya, saya percaya. Takutnya saya yang suka kamu.” Seketika, aku terdiam. Dalam hati aku meyakinkan, tidak tidak, kita murni berteman. Dan seperti biasa, aku meladeni dengan bercanda, dan kau pun ikut bercanda.

Tapi pembahasan itu gak berhenti hanya di situ. Ingat saat aku pulang ke Bandung dan kita chatting untuk merencanakan “date” a la kita? Hahaha, ya ya, itu bukan date, itu hanya karena kamu membayar hutang janjimu yang mengajakku nonton. Saat itu kamu sedang mendengarkan lagu Jason Mraz, “Lucky”. Lagi, kamu membahas mengenai kita. Kamu bilang, aku ini menarik. Dan selalu membuatmu tertawa, tentu saja, aku ini lucu sekali, Omas saja kalah lucu dariku. Dan lagi, aku meyakinkanmu bahwa kita adalah sahabat baik. Dan selamanya akan tetap begitu. Kamu pun setuju.

Aku menulis surat ini bukan ingin mengatakan bahwa pertemanan kita sudah mengandung cinta antara laki-laki dan perempuan. Bukan. Tapi aku menulis ini karena kamu-lah teman laki-laki terdekatku, dan kita berjanji untuk selalu berteman baik sampai selamanya.

Jelek, kalau aku pulang ke Bandung, aku selalu mengabarimu dan langsung merencanakan ke mana kita akan pergi. Kalau kamu tidak sibuk, kamu pasti langsung setuju. Tapi belakangan ini aku gak mendengar kabar darimu, jelek. Kamu udah punya pacar baru ya, lek? Kalau sudah punya, agak sulit aku mengajakmu bermain.

Lek, aku lagi di Bandung nih. Kangen cerita-cerita ga jelas bareng kamu, dan aku akan dengan rajinnya menanyakan kabar ibumu yang pasti langsung kamu balas, “Iya deh, kamu emang murid kesayangan ibu saya.” Dan aku akan mengembangkan lubang hidungku tanda bangga, tapi kamu pasti langsung mencibirku. Dan kita saling mengejek lagi. Kangen sekali aku kita saling mengejek. Jalan yuk, Lek! Aku kirim sms sekarang yaa.. Bales ya! Kalo ga bales sms-ku, kuhapus namamu dari list teratas teman lelaki terdekatku. Ini serius, bukan main-main.

dari si pendek jelek yang kamu sayangi

-rclara-

 

#30HariMenulisSuratCinta

Advertisements

One thought on “Untuk F

Kindly write here if you have any comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s