harsh and realize

Today I want to post in Indonesian. Forgive me if some of you don’t understand what I wrote. 🙂

Hari ini entah kenapa terlintas di pikiran aku. Bukan sesuatu yang sedang terjadi dalam kehidupan aku sih, hanya terlintas aja.
Pernah nonton “He’s just not that into you”? Di awal film itu diceritakan kalau kebanyakan cewek HAMPIR DIPASTIKAN membela pihak teman ceweknya jika putus atau diputuskan cowoknya.
Kenapa? Aku juga gak tahu, mungkin kita sebagai pihak cewek ikut ngerasain sedihnya bagaimana kalau lagi patah hati.
Tapi, apakah dengan cara “membela” adalah jalan terbaik untuk membuat cewek yang sedang patah hati itu nyaman?

Membela di sini dapat diartikan kita (para cewek) akan memihak cewek yang sedang patah hati itu dan menganggap bahwa cewek yang sedang patah hati itu benar.
Oh, ayolah para cewek, kita harus realistis. Terkadang aku kurang setuju dengan pemikiran seperti ini.
Kenapa kalau temen cewek lagi patah hati kita malah membuatnya merasa nyaman dengan hal seperti itu?
Mencaci pihak cowok atau bahkan bilang kalimat-kalimat seperti ini:
“Udahlah, jangan ditangisin, cowok kan gak hanya dia aja.”
“Jangan nangis, keputusan kamu ini benar kok. Kamu berhak ngedapetin yang lebih baik.”
“Cowok itu yang bodoh! Dia gak sadar betapa berharganya kamu.”
bla bla bla

Hmm, terdengar klasik kan? Emang bener. Kebanyakan cewek pasti sering, aku gak munafik, aku juga sering berkata seperti itu.
Tapi, lagi-lagi terlintas dalam pikiranku. Apa itu adalah jawaban benar untuk menenangkan cewek yang lagi patah hati?
Sebenarnya mungkin kita ingin menjawab hal-hal yang INGIN didengar orang yang sedang patah hati itu.
Tapi apakah kita pernah berpikir bahwa jika kita mengatakan hal yang sebenarnya itu lebih baik?
Jangan takut berkata:
“Hubungan kalian gak bertahan lama karena kamu terlalu posesif.”
“Kamu gak ngasih kebebasan dia untuk ngelakuin hal yang dia sukai, mungkin itu yang bikin dia gerah.”
Gak ada yang salah dengan kalimat-kalimat di atas kan? Hanya kita perlu mengatakannya dengan lebih halus dan tidak terkesan menghakimi.

Kalau kita hanya menenangkan dengan memberikan jawaban yang DIINGINI aja, para cewek yang patah hati itu gak bisa introspeksi dengan apa yang salah dari hubungan mereka.
Aku rasa, jawaban yang seperti itulah harus kuberikan jika ada salah satu temanku patah hati.

Sometimes you need to be a little harsh to make someone realize.

Advertisements

3 thoughts on “harsh and realize

  1. it’s depend on the situation..
    I remember I said “he didn’t deserve you” to some friends of mine (two persons exactly, a pinklover and a future-Putri Indonesia), and I think it’s true, especially to the pinklover when she was “fallen” into a bad-old guy, =P
    but for the future-Putri Indonesia, well, she is with her ex-bf again now, though I think he did wrong at that time..

  2. hahaha.. you mean pinklover is me, don’t you?
    hahaha

    yeah, but I think that statement is only to comfort our friend.. I don’t know, sometimes when I hear that statement, it just brings you “angin surga”.. haha..sounds weird, huh?

  3. yepp!! =P

    I think when the man did wrong, it means the real meaning.
    but when he didn’t, hmm… maybe, haha

Kindly write here if you have any comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s